HRD atau departemen Sumber Daya Manusia memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas dan produktivitas sebuah perusahaan. Lebih dari sekadar mengelola administrasi kepegawaian, HRD bertanggung jawab untuk memastikan terciptanya lingkungan kerja yang kondusif, dimana setiap individu merasa termotivasi dan selaras dengan nilai-nilai perusahaan. Salah satu cara yang ditempuh HRD untuk mencapai tujuan ini adalah melalui observasi komunikasi informal, sebuah metode yang terbukti efektif dalam menilai kecocokan budaya ( cultural fit ) calon karyawan maupun karyawan yang sudah bergabung.

Komunikasi informal merujuk pada interaksi spontan yang terjadi di luar jalur komunikasi resmi perusahaan. Bentuknya bisa beragam, mulai dari obrolan santai di pantry, diskusi kelompok saat makan siang, hingga interaksi di platform media sosial internal perusahaan. Observasi komunikasi informal menjadi penting karena memberikan gambaran yang lebih otentik tentang kepribadian, nilai-nilai, dan cara berpikir seseorang.

Mengapa Observasi Komunikasi Informal Penting?

Kecocokan budaya merupakan faktor penting dalam keberhasilan jangka panjang sebuah organisasi. Karyawan yang merasa cocok dengan budaya perusahaan cenderung lebih bahagia, lebih produktif, dan lebih loyal. Sebaliknya, ketidakcocokan budaya dapat menyebabkan stres, konflik, penurunan kinerja, dan bahkan turnover karyawan yang tinggi.

Melalui observasi komunikasi informal, HRD dapat memperoleh wawasan yang mendalam tentang:

  • Nilai-nilai yang dianut: Apakah karyawan menjunjung tinggi nilai-nilai perusahaan seperti integritas, kerjasama, dan inovasi? Hal ini dapat dilihat dari bagaimana mereka berinteraksi dengan rekan kerja, bagaimana mereka menghadapi masalah, dan bagaimana mereka memberikan kontribusi dalam diskusi kelompok.
  • Gaya komunikasi: Apakah karyawan memiliki gaya komunikasi yang efektif, terbuka, dan menghargai perbedaan pendapat? Hal ini dapat dilihat dari bagaimana mereka menyampaikan ide, bagaimana mereka mendengarkan orang lain, dan bagaimana mereka menyelesaikan konflik.
  • Kemampuan beradaptasi: Apakah karyawan mampu beradaptasi dengan perubahan dan tantangan yang ada di lingkungan kerja? Hal ini dapat dilihat dari bagaimana mereka merespon umpan balik, bagaimana mereka belajar dari kesalahan, dan bagaimana mereka berkolaborasi dengan tim.
  • Sense of belonging: Apakah karyawan merasa menjadi bagian dari tim dan perusahaan? Hal ini dapat dilihat dari bagaimana mereka berpartisipasi dalam kegiatan sosial perusahaan, bagaimana mereka membantu rekan kerja, dan bagaimana mereka menunjukkan kebanggaan terhadap perusahaan.

Bagaimana HRD Melakukan Observasi Komunikasi Informal?

Observasi komunikasi informal bukanlah kegiatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau invasif. Sebaliknya, HRD perlu membangun kepercayaan dan transparansi dengan karyawan agar mereka merasa nyaman untuk berinteraksi secara alami. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan HRD:

  1. Mengamati interaksi di ruang publik: HRD dapat mengamati interaksi karyawan di ruang publik seperti pantry, ruang istirahat, atau area kerja terbuka. Perhatikan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain, topik pembicaraan mereka, dan gaya komunikasi yang mereka gunakan.
  2. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial perusahaan: HRD dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial perusahaan seperti acara makan siang bersama, kegiatan olahraga, atau kegiatan sukarela. Ini adalah kesempatan yang baik untuk berinteraksi dengan karyawan secara informal dan melihat bagaimana mereka berinteraksi di luar lingkungan kerja formal.
  3. Menganalisis komunikasi di platform internal: Banyak perusahaan menggunakan platform komunikasi internal seperti Slack atau Microsoft Teams. HRD dapat menganalisis komunikasi di platform ini untuk melihat bagaimana karyawan berinteraksi satu sama lain, bagaimana mereka berbagi informasi, dan bagaimana mereka menyelesaikan masalah.
  4. Melakukan wawancara informal: HRD dapat melakukan wawancara informal dengan karyawan untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang pengalaman mereka di perusahaan. Wawancara ini dapat dilakukan secara santai dan tidak terstruktur agar karyawan merasa lebih nyaman untuk berbagi pendapat mereka.
  5. Menggunakan aplikasi penggajian terbaik: HRD dapat memanfaatkan teknologi untuk membantu mempermudah proses administrasi dan manajemen sumber daya manusia. Salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi gaji terbaik yang dapat mengotomatiskan perhitungan gaji, pajak, dan tunjangan karyawan.

Tantangan dan Pertimbangan Etika

Observasi komunikasi informal memiliki tantangan tersendiri. Penting bagi HRD untuk menjaga objektivitas dan menghindari bias dalam melakukan observasi. Selain itu, HRD juga perlu mempertimbangkan aspek etika dan memastikan bahwa kegiatan observasi tidak melanggar privasi karyawan.

Software House Terbaik untuk Dukungan Teknologi HRD

Untuk mendukung kegiatan HRD dalam era digital, perusahaan dapat bekerja sama dengan software house terbaik. Software house dapat membantu mengembangkan sistem atau aplikasi yang dapat mempermudah proses observasi komunikasi informal, analisis data, dan pengambilan keputusan.

Kesimpulannya, observasi komunikasi informal merupakan alat yang berharga bagi HRD dalam menilai kecocokan budaya dan memastikan terciptanya lingkungan kerja yang positif dan produktif. Dengan melakukan observasi secara cermat dan etis, HRD dapat membantu perusahaan menarik, mempertahankan, dan mengembangkan karyawan yang selaras dengan nilai-nilai perusahaan dan berkontribusi pada kesuksesan jangka panjang.

artikel_disini